KUDUS - Mustar (57), seorang guru kelas di SDN 2 Karangmalang, Gebog, Kudus, dilaporkan ke Polres Kudus, Selasa (15/4/2014) kemarin.
Mustar dilaporkan ke Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) karena menggigit hidung muridnya, yang berinisial AEP (9), siswa kelas III di SD tersebut.
Saat ditemui di SDN 2 Karangmalang, Mustar mengatakan, pelaporan dirinya bermula pada Sabtu (12/4/2014) lalu saat sedang kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK).
Seperti biasanya, setelah sebelumnya memberikan tugas pekerjaan rumah (PR), Mustar selalu menanyakan hasil PR tersebut sebelum memulai pelajaran.
"Saat saya tanyai hasil PR, dia ternyata tidak mengerjakannya. Hal itu tidak hanya sekali. Dia sudah berkali-kali tidak mau mengerjakan PR," ujarnya.
Karena AEP tidak mengerjakan PR, hal tersebut lantas membuat Mustar gemas dan emosi. Dia kemudian secara spontan langsung menggigit hidung AEP sehingga membekas. AEP pun lantas menangis karena menahan sakit.
Sepulang dari sekolah, AEP melaporkan kejadian itu kepada orangtuanya. Oleh orangtuanya, AEP diajak ke RSUD Kudus untuk melakukan visum.
Hasil visum tersebut kemudian dijadikan dasar keluarga AEP melaporkan Mustar ke Polres Kudus atas tuduhan penganiayaan.
"Saya manusia biasa yang juga banyak khilaf. Saya geregetan sama dia, kemudian menggigit hidungnya saja. Itu pun tidak keras. Saya sudah datangi rumahnya. Saya minta diselesaikan secara kekeluargaan dan laporan dicabut. Tapi, kata ibunya, menunggu ayahnya yang masih kerja di Semarang," ujarnya.
sumber : kompas